BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS
Tampilkan postingan dengan label josei. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label josei. Tampilkan semua postingan

Minggu, 14 Juni 2009

Nodame Cantabile lesson 131

Halaman awal dibuka dengan Nodame yang tertidur di bangku kereta api cepat, TGV..

Shinichi masih pusing memikirkan alasan Nodame tidak dapat berpiano lagi, tiba-tiba Masayuki masuk. Masayuki menggerutu, merasa dijebak Signor Vieria, dibilang Nicole Kidman menunggunya di ruangan itu. Padahal yang ada hanya Shinichi.

Masayuki sudah mau melenggang pergi, namun kondisi ganjil, Shinichi membuat ia bertanya ada masalah apa. Masayuki di luar dugaan memuji konser Shinichi yang lalu...dan bangga bahwa keputusannya untuk tidak ikut membesarkan Shinichi tepat sehingga anaknya bisa tumbuh dengan benar. Pertengkaran mulai terjadi, tapi Shinichi tidak terlalu berminat melayani. Masayuki menawarkan kuping buat mendengar sekonyol apapun masalah si anak sekarang. Sementara di pintu, "kuping2" yang lain, yaitu Vieria dan Jean asyik memantau perkembangan ayah beranak (dua orang ini memang sekongkol gossip yang hebat..).

Nodame kaget saat tiba di..... Brussel. Padahal rencana awal sejak turun dari pesawat di Egypt-naik TGV dari Milan ke Paris, eh karena ketiduran malah bablas sampai ke kota Brussel, di negara Belgia. Padahal sudah tidak ada TGV ke Paris lagi malam itu. Karena duit pas-pasan, Nodame terpaksa menginap di gudang sebuah hotel (atas kebaikan hati pemilik hotel).

Shinichi curhat masalah Nodame ke Masayuki di sebuah kafe, memakan setumpuk kentang. Masayuki memberi kesimpulan kenapa Nodame menghindari Chiaki, karena:
1. Nodame sangat puas konser dengan Stresseman, tidak merasa perlu konser dengan Shinichi lagi.
2. Shinichi kepergok selingkuh..(!)

Sementara alasan Nodame tidak mau bermain piano lagi bagi Masayuki adalah biasa setelah sebuah pertunjukan sukses. Takut pertunjukan berikutnya tidak sesukses itu. Kelanjutannya, apakah:
1. Mereka akan kembali naik ke panggung
2. Berhenti sama sekali karena sudah merasa puas.

Kilas balik, Shinichi melihat point 2 sebagai kemungkinan terbesar. Masayuki berandai jika ia Nodame dia akan balik ke Stresseman dan masuk ke point 1. Shinichi mangkel, tapi mulai kecewa plus heran, kenapa eksistensinya sudah terhapus dalam perjalanan karir dan cita-cita awal Nodame. Kenapa jadi kebalik, justru dia yang ingin ada di sisi Nodame.

Di gudang sempit, Nodame yang menahan sakit perut karena makan sandwich basi, mengerang dan membenamkan wajah dalam baju Shinichi (curian lagi?!!).

Keesokan pagi, Nodame tiba di Paris dan diam2 memasuki apartemen. Ia puyeng mau memilih jalan hidup kemana ditambah pengaruh pesan telpon dari semua orang membuat Nodame terlelap kelelahan. Ia baru terbangun ketika ada bunyi ribut. Dari kamar Yadiva (pemain theremin..ingat?). Yadiva terkejut ketika Nodame masuk ke kamarnya.."No-chan?"

Tunggu lagi bulan depan ya!

Sepertinya Nodame mulai pelan-pelan memulihkan diri sendiri. Dan di lain pihak hubungan Shinichi-Masayuki membaik. Desas-desus kisah ini akan berakhir semakin dekat.

Mungki itu sebabnya session ini di beri judul le 4éme Movement (4th Movement), sebuah movement terakhir dalam sebuah symphony. Mengingat kisah Nodame Cantabile dibangun seperti sebuah symphony (Tokyo,Paris-Hen, Debut, 4éme Movement). Wild guess dari semua orang...

Jumat, 05 Juni 2009

Nodame Cantabile lesson 130

Lagi-lagi versi raw..


Halaman pertama..Nodame naik onta!! Gedubrak!Kejutan apa lagi yang dibuat nona ini.

Semakin seru. Nodame kaburnya nggak nanggung-nanggung..ke EGYPT, saudara-saudara sekalian! Ini sih bukan kabur tapi berlibur hahaha..! Tujuan dia nggak jelas, konon ingin melihat suatu yang pernah di baca di manga. Lagi-lagi alasan seorang otaku. Di Kairo dia menginap di Youth Hostel, sekamar dengan seorang gadis Cina, Mihua. Surprise, ternyata berkat siaran performancenya di youtube ia cukup dikenal.

London, Inggris, Milch jumpa dengan proffeseur Nodame, Charles Auclair dan dimarah-marahi. Kata Monsieur Auclair, Milch sudah merusak rencana yang ia susun rapi untuk mengorbitkan muridnya, Nodame, menjadi pianist brilyan. Milch menyangkal, karena sudah bantu mengorbitkan Nodame dan berhasil gemilang. Pak Auclair menantang, kalau memang ia berhasil, sekarang di mana Nodame?? Baru Milch mati kutu.

Milan, Italy, Chiaki sudah gembira Nodame menelpon ke HPnya. Pakai ngucap I love you..I love you segala.... ternyata suara Elise yang menyaru gaya Nodame dan menggunakan nomor HP cewek itu! Ketika dikabari bahwa Nodame kabur, Chiaki ingin ikut mencari tapi dilarang Elise karena dalam waktu dekat ia harus konser dengan Signor Vieria. Jean si penguping, bergossip dengan pak Vieria tentang Chiaki. bahwa Chiaki baru ditelpon ceweknya yang lain bernama Elise, dari Brazil!!

Kisah diakhiri dengan kemunculan Masayuki menemui Vieria di rehearsal.

Banyak ngakak di lesson kali ini. Soal kabur ke Egypt (!!), lalu saat Elise meniru gaya Nodame secara buruk. Plus Jean yang kurang kerjaan, gossip..eh..salah info lagi.

Saya salut dengan pak Auclair yang ternyata bisa galak juga kalau kesal, bukan sekedar bilang "baby chan" dan makan coklat. Pak Auclair sadar tujuan Nodame bermusik sampai sekolah di Conservatoire de Paris, hanya ingin melakukan performa bersama Chiaki. Titik. Padahal ia sangat potensial. Perlahan pak Auclair ingin membangun rasa cinta dan sense of belonging Nodame akan musik. Antara lain dengan mempersiapkan mental si cewek cuek. Tetapi memang harus melampaui proses yang panjang dan disusun dengan hati-hati. Ah, benar-benar pendidik sejati beliau ini.

Ada sedikit tanda tanya, bagaimana Nodame mengurus visa untuk masuk ke Mesir? Bukannya perlu tenggang waktu untuk itu? Atau apa memang warga negara Jepang juga bebas keluar masuk tanpa visa ke sana seperti halnya ke Eropa dan Amerika? Asyik bener...

Nah, tunggu lesson berikutnya. Apakah akan terjadi adegan ala film Casablanca, atau...Indiana Jones?? Dengan Nodame apapun bisa terjadi.

Nodame Cantabile lessons 127 - 128

Hore..akhirnya Ninomiya sensei melanjutkan seri Nodame. Seperti halnya sensei yang baru punya bayi, Nodame juga sedang mengalami titik balik nasib setelah 'dicampakkan' Chiaki.

Siapa nyana akhirnya Stresseman yang mendongkrak Nodame naik ke World Stage. Ninomiya-san memang jenius. Selama ini kita diberi banyak suguhan karir Chiaki. Menimbulkan tanda tanya, kalau memang tokoh utama Chiaki, kenapa judulnya Nodame Cantabile?? Padahal tokoh utamanya digambarkan bak pemeran pembantu saja. Sekedar seorang gadis jenius acak-acakan yang tujuan hidupnya hanya ngintil Chiaki, sudah berusia 20 an namun sifat masih seperti teenager.

Ternyata...! Semua ada sebabnya dan continuity yang terjadi mengalir wajar. Tidak dibuat-buat. Cerita jadi berkembang lebih menarik dengan perseteruan Chiaki-Nodame tanpa harus berkesan norak seperti beberapa shoujo manga yang isinya berawal dari bara balas dendam karena patah hati, tapi kemudian ceritanya kehilangan arah yang jelas. Untuk cerita Nodame ini kelihatan akan mulai fokus ke perkembangan karir Nodame sebagai pianist dunia.

Bravo, Ninomiya. Dinanti kelanjutannya!!

Paradise Kiss

Pengarang : Ai Yazawa

Penerbit Jepang : Shodensha
Serial majalah: Zipper
Status di Indonesia : Tidak terbit

Hanya sedikit manga tentang fashion yang saya baca, salah satunya adalah Paradise Kiss yang berkisah mengenai dunia fashion.

Yukari Hayasaka, adalah seorang pelajar yang hidupnya tertata rapi dan cukup kaku. Suatu saat ia diuber-uber sampai terculik oleh beberapa siswa sekolah fashion Yazagaku untuk dijadikan model mereka. Meskipun kali pertama menolak keras, Yukari akhirnya luluh dan bersedia.

Di kelompok pencetus brand yang mereka namakan “Paradise Kiss” itu pulalah Yukari berkenalan dengan George Koizumi, desainer tampan yang kharismatik dan berbakat dari Yazagaku. Di tangan George ia diperlakukan bak sebuah boneka, dipermainkan baik perasaan maupun prinsip hidupnya selama ini. Sebuah hubungan berbahaya yang menjungkir balikkan hidup Yukari, namun sekaligus menuntunnya menuju cita-cita sejati.

Nodame Cantabile

Pengarang : Tomoko Ninomiya

Penerbit Jepang : Kodansha
Serial majalah: Kiss
Status di Indonesia : Terbit 1-20 vol. lanjut
Penerbit Indonesia : Elex

Tokoh utama kisah Nodame Cantabile sebetulnya adalah Megumi Noda, seorang cewek yang jenius bermain piano tapi nol besar dalam sight reading (membaca not balok), karena lebih memanfaatkan pendengaran. Meskipun demikian cerita cenderung dilihat dari sudut pandang Shinichi Chiaki, cowok yang juga jenius tapi merupakan counter-attacknya Nodame baik dalam bermusik atau karakter.

Chiaki, yang bercita-cita menjadi seorang konduktor, sangat perfeksionis, sombong, ambisius, dan tertata rapi. Sementara Nodame berantakan, jorok, santai, polos, ceria dan menikmati hidup apa adanya seperti musik.

Saat nasib mempertemukan mereka, Nodame jatuh cinta pada Chiaki dan Chiaki terpesona oleh kemampuan Nodame. Chemistry kedua orang ini menghasilkan kisah yang kocak. Nodame membantu Chiaki menghilangkan kekakuan sampai phobia naik pesawatnya, sementara keberadaan Chiaki memotivasi Nodame untuk lebih serius menekuni musik. Namun jangan mengira manga ini kisah komedi romans biasa. Ia lebih bercerita tentang dunia musik klasik yang digeluti dua pelajar sekolah musik itu, mulai dari Jepang sampai Perancis, dengan cara ringan dan menarik.

Gambar Tomoko Ninomiya tidak terlalu spesial. Goresannya cenderung tipis dan sama rata, tetapi background selalu digambarkan dengan baik. Terutama episode di Nodame Chiaki berada Paris. Bagi yang mengenal kota Paris, sekali lihat akan mudah merasa familiar dengan arsitektur, transportasi, pemandangan, serta suasana. Mengenai karakter, entah kenapa les Parisien digambarkan terlalu ramah disini. Satu-satunya kelemahan. Dan semakin ke depan kisah santai juga menjadi semakin serius cenderung…dewasa. Pengaruh Paris yang kota amour?

Manga Nodame Cantabile juga telah memenangkan penghargaan prestisius Kodansha Manga Award.