BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS
Tampilkan postingan dengan label shounen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label shounen. Tampilkan semua postingan

Rabu, 24 Juni 2009

Claymore scene 92

Claire bertempur dengan Raphaela dalam pikiran. Claire menggunakan jurus Wind Cutter, namun tidak berhasil. Ternyata, ini sebuah uji coba, apakah Claire bisa menaklukkan jurus Raphaela si nomor 5 dan mantan nomor 2 dari organisasi. Raphaela mengatakan Claire melakukan kesalahan besar. Tapi tidak mau bercerita lebih lanjut dengan alasan waktu.

Claire baru berhasil mengalahkan Raphaela setelah menggunakan jurus Quick Sword. Raphaela lalu menghilang dan mempercayakan pada Claire ingatan terakhir tentang dirinya : pengalaman, emosi, pemikiran, sebagai sebuah eksistensi seorang Raphaela.

Monster dalam tubuh gabungan Raphaela-Luciela akhirnya bangkit. Bersamaan dengan matinnya pribadi Raphaela. Riful tampak gembira. Priscilla mendeteksi hadirnya makhluk baru jauh di Barat sana. Alicia dan Beth melaporkan kebangkitan itu ke Organisasi.

Bersambung.....

Wah, Claire lagi-lagi menerima 'warisan' setelah darah daging Teresa, tangan kanan Irene, dsb. Benar, lama-lama dia jadi tempat berkumpul sekumpulan arwah!

Seperti apa makhluk yang menjelma dari tubuh Rapha-Ciela? Apakah bisa menandingi Priscilla?
Yang jelas, kekuatan kubu Awakened Being - Organisasi menjadi sama lagi. Tinggal lihat apakah Alicia memutuskan membasmi Riful atau si monster baru.


Rabu, 10 Juni 2009

Ice Revolution

I read Ice Revolution yesterday. Very funny...It reminds me of Yawara in someways. A powerful-tomboyish-talented-girl who's longing for her feminine side.

But why it is categorized as shounen manga? I thought it was a shoujou one.

Oke begini kisahnya..

Pengarang : Tsutsumi Aya & Takemura Youhei
Penerbit Jepang : Shueisa
Serial majalah: Jump SQ
Status di Indonesia : Tidak terbit

Misaki adalah satu-satunya anak perempuan (dan perempuan) dalam doujo karate keluarga. Dibesarkan tanpa ibu, ia tumbuh jadi luar biasa tomboy, apalgi ditunjang oleh bakat dan prestasinya di olahraga karate. Di manapun ia selalu disangka cowok oleh orang di sekitar, termasuk di sekolah. Merasa tidak nyaman, sekalgus tidak berdaya mengubah imej, itulah yang dirasakan Misaki.

Suatu ketika Misaki diselamatkan seorang cowok dari tertubruk truk. Jatuh cinta pada pandangan pertama, ia mengejar dan semakin merindukan sisi feminin dirinya. Pencarian berakhir di sebuah lapangan skating, saat melihat figur super feminin Saaya, teman sekolahnya, seorang skater wanita. Ia pun bertekad menjadi seorang skater walaupun ditentang keluarga. Apalagi Kaoru, cowok idaman, ternyata adalah skater di tempat itu juga.

Misaki mati-matian berperang melawan sisi maskulin demi merubah diri. Segala kekonyolan terjadi karena memang sulit mencabut sesuatu yang sudah berakar lama.

Manga satu ini luar biasa kocak. Ekspresif-hiperbolis. Percampuran jurus karate-ice skating , melihat tampilan sangar Misaki kalau salah diduga sebagai cowok! Ayahnya juga tidak kalah kacau..anak perempuan disuruh jadi juara karate transgender saja masih mendingan, tapi ini dididik berangasan dan bergaya bahasa anak laki, benar-benar parah!!

Transformasi Misaki menjadi feminin tampak manis dilihat mata. Gaya gambar ala shoujo comedy memang pas diterapkan untuk tema ini. Orang tidak menebak-nebak, apakah ini shoujou atau shounen manga, melainkan langsung menikmati.

Sekali lagi, ini bukan manga sport serius. Banyak adegan mustahil. Nikmati saja humor yang disajikan.